• Jl. Raya Tlekung No. 1
  • (0341) 592683
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
220 dilihat       11 Desember 2024

Mentan Amran Bersyukur Produksi Padi di Provinsi Aceh Meningkat Signifikan Dengan Pompanisasi

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersyukur produksi padi di Provinsi Aceh mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan tersebut terjadi setelah Kementerian Pertanian (Kementan) gencar melakukan pompanisasi untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi. Hasilnya, menurut Mentan Amran, terjadi peningkatan produksi padi di Provinsi Aceh mencapai kurang lebih 15,  persen, sedangkan untuk Aceh Utara peningkatannya mencapai 51 persen.

 
Produksi padi di Aceh Utara pada tahun ini tercatat sebesar 340,21 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat dari 236,84 ribu ton GKG pada tahun 2023. Peningkatan ini merupakan yang tertinggi dari seluruh Kota dan Kabupaten di Aceh.
 
“Kami yakin tahun depan Aceh akan meningkat lebih tinggi lagi dari tahun ini karena kita sudah bentuk Brigade Swasembada Pangan. Kami juga sudah memberikan alsintan untuk menekan biaya produksi hingga 50 persen,” ujar Mentan Amran di Kota Lhoksukon, Provinsi Aceh, Selasa, (10/12/2024).
 
Mentan Amran mengatakan semua capaian tersebut merupakan hasil kerja keras semua pihak termasuk kolaborasi kuat antara jajaran TNI dan pemerintah daerah. Padahal, kata Mentan Amran, tahun lalu Indonesia dihantam badai el nino atau gelombang panas ganas yang berkepanjangan.
 
“Saya kira ini tim aceh sangat luar biasa dan kompak karena disaat kemarau panjang tetapi produksi naik signifikan. kita kasih bantuan pompa, benih, pupuk dan alsintan,” katanya.
 
Menurut Mentan Amran, kemajuan sektor pertanian juga tak lepas dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberi perhatian khusus pada ketahanan pangan. Bahkan dalam visi besarannya, Presiden ingin Indonesia mencapai swasembada dalam waktu cepat dan singkat.
 
“Perhatian Bapak Presiden sangat luar biasa, di mana volume pupuk naik 100 persen, dan hutang-hutang petani yang lebih dari 10 tahun diputihkan. Sekarang tinggal Brigade Swasembada Pangan yang harus menyambut kebaikan Bapak Presiden. Tentu saya berharap teman-teman bekerja keras karema ada hibah 3 miliar untuk mengelola 200 hektare lahan,” jelasnya.
 
Sebelumnya Mentan Amran memuji semangat dan antusias anak-anak muda Lhoksumawe yang terjun langsung ke sektor pertanian modern secara masif. Kata Mentan Amran, apa yang ditunjukkan mereka adalah bukti bahwa sektor pertanian semakin menjanjikan dan menguntungkan.
 
"Di Timur Indonesia, di Merauke, ada Matius yang penghasilannya 20 juta per bulan, di sini (Aceh Utara) ada Marwan yang penghasilannya lebih dari 20 juta. Ini membuktikan bahwa pertanian sangat menjanjikan,” jelasnya.
 
Sepanjang tahun 2024, Kementan telah memasifkan pemberian bantuan pompa, mengalokasikan 62.091 unit dan disebar ke segala penjuru. Mentan Amran mengusung program Pompanisasi sebagai solusi tercepat menghadapi kekeringan. Program ini efektif karena dapat segera diterapkan dan tidak memerlukan biaya yang terlalu besar dibandingkan dengan solusi jangka panjang lainnya. (*)
Prev Next

- BSIP Jestro


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Jaga Produksi Nasional, Mentan Amran Perjuangkan Sawah dan Petani Desa Hutan
    13 Feb 2026 - By BSIP Jestro
  • Thumb
    Kolaborasi Jadi Kunci, Mentan Amran Apresiasi Peran Polri Jaga Produksi dan Harga Pangan
    12 Feb 2026 - By BSIP Jestro
  • Thumb
    Mentan Amran: NTB Menjadi Pusat Komoditas Bawang Putih dan Jagung Nasional
    10 Feb 2026 - By BSIP Jestro
  • Thumb
    Presiden Prabowo Tetapkan Swasembada Pangan Sebagai Agenda Strategis Tiga Tahun Kedepan
    10 Feb 2026 - By BSIP Jestro
  • Thumb
    BRMP Jestro Laksanakan Seminar Hasil Kegiatan 2025
    29 Jan 2026 - By BSIP Jestro

tags

Kementerian Pertanian andiamransulaiman

Kontak

(0341) 592683
(0341) 593047
[email protected]

Jl. Raya Tlekung No. 1, Junrejo
Kota Batu, Jawa Timur
65327

https://jeruksubtropika.brmp.pertanian.go.id/

© 2022 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika. All Right Reserved